Berkat Kecerdasan Buatan, Robot Bakal Gantikan Wawancara Manusia?

Di masa perubahan tehnologi yang demikian cepat seperti saat ini, banyak perbincangan masalah robot yang dapat menggantikan pekerjaan manusia di hari esok.

Dengan bekal kecerdasan bikinan (AI, Artificial Intelligence), robot diperkirakan akan menggantikan pekerjaan yang dikerjakan oleh manusia. Maksudnya supaya waktu penyelesaiannya dapat lebih efektif.

Dikutip dari CNBC, Rabu (10/10/2018), terdapatnya automatisasi dari kedatangan robot, malah akan membuat satu juta lapangan pekerjaan untuk manusia di Amerika Serikat (AS) dapat menghilang.

Perubahan ini diindikasikan dapat membuat lapangan kerja yang baru untuk robot. Bahkan juga, industri penerimaan ikut punya potensi akan terganggu dengan automatisasi.

Perusahaan akan memakai robot untuk percepat proses rekrutmen serta memberi waktu lebih singkat buat manajer penerimaan untuk menjaring bakat.

Langkah tersebut dapat meniadakan langkah tradisionil manusia yang menghalangi proses penerimaan.

Perusahaan Triplebyte, perumpamaannya, meningkatkan tehnologi kecerdasan bikinan untuk mewawancara calon. Lantas, tehnologi ini mencocokkan calon dengan tempat yang berkaitan dengan keterampilannya.

"Efektivitas perekrut alami penurunan sebab menguber kebanyakan orang yang sama," kata CEO Triplebyte, Harj Taggar.

Ia menyampaikan, ada 40 % calon yang sukses memperoleh pekerjaan sesudah diwawancarai oleh Triplebyte. Angka ini ada diatas rata-rata industri sebesar 20 %.

Seseorang calon bernama Jeremy Phelps, sukses memperoleh pekerjaan sesudah melalui proses interview dengan perusahaan Taggar.

Insinyur piranti lunak otodidak ini awalannya memperoleh pekerjaan di usaha pengiriman pizza serta makanan cepat saji, saat tidak penuhi kriteria aplikasi untuk pekerjaan tehnis apapun.

Sesudah temukan kuis kode Triplebyte satu hari, ia mendpaatkan penawaran untuk interviu rangkaian perusahaan tehnologi San Fransisco.

Pada akhirnya, ia memperoleh penawaran pekerjaan untuk peranan eksperimen piranti lunak di service pengiriman bahan makanan Instacart, serta geser ke San Fransisco Bay.

"Kami membidik (customer) yang berfikir jika mereka insinyur terunggul di perusahaan, yakni konsultan IT di Walgreens lokal. Ada pula yang ingin kerja di Apple atau Dropbox," kata Taggar.

Triplebyte tidak sendirian. Ada pula perusahaan-perusahaan tehnologi yang bangun algoritma untuk menolong konsumen kerja tingkatkan proses rekrutmen. Terpenting, interviu serta gambaran pekerjaan yang lebih inklusif.

Ahli ketenagakerjaan di situs TopResume, Amanda Augustine, menyampaikan makin banyak perusahaan memakai tehnologi AI untuk mengambil karyawan.

"Ketika dipakai dengan pas, alat rekrutmen ini dapat menolong kurangi menghilangkan bias, tingkatkan pengalaman calon, dan kurangi waktu untuk menyewa (pewawancara)," katanya.

Baca juga: cara menghitung, cara membersihkan

Berbagi Itu Indah...